Home > PHP, Tutorial > Membuat Web Service Sederhana (Studi Kasus Proses Login)

Membuat Web Service Sederhana (Studi Kasus Proses Login)

Sebelum saya mulai memberikan paparan cara membuat web service, ada baiknya saya jelaskan dahulu tentang apa itu web service. Menurut Wikipedia, web service atau juga disebut Web API (Application Programming Interface) adalah layanan yang memungkinankan dua buah sistem atau lebih yang saling independen dapat saling berkomunikasi seperti halnya client server melalui protokol HTTP. Beberapa contoh implementasi web service adalah sistem login seperti yang ada di Kaskus, atau Detik.com.

Jika Anda mengunjungi Kaskus, maka Anda akan menjumpai sistem login yang dapat menggunakan akun Facebook, Yahoo maupun Twitter.

cara membuat web service

Dengan kata lain, Anda dapat bergabung dalam komunitas forum Kaskus atau istilah kerennya Kaskuser hanya dengan memiliki akun FB, Yahoo atau Twitter tanpa harus registrasi di dalam Kaskus nya sendiri.

Contoh lain implementasi web service adalah di bagian komentar Detik.com. Setiap kali kita akan mengisi komentar di Detik.com, kita bisa menggunakan akun FB kita.

cara membuat web service

Nah… yang menjadi pertanyaan adalah, kok bisa ya kita bisa masuk ke dalam sistem Kaskus maupun Detik.com menggunakan akun lain seperti FB, Yahoo maupun Twitter? Ya… ini karena FB, Yahoo dan Twitter menyediakan service yang memungkinkan sistem lain menggunakan akun mereka untuk login. Dan… kebetulan Kaskus dan Detik.com ini memanfaatkan service tersebut. Dalam kasus ini, FB, Yahoo, dan Twitter dikatakan bertindak sebagai server sedangkan Kaskus dan Detik.com bertindak sebagai client.

Nah… pada artikel ini, saya akan mencoba memaparkan cara membuat web service sederhana dengan studi kasus proses login menggunakan PHP dan MySQL.

Adapun skenario dari contoh kasus yang saya ambil di sini adalah andaikan terdapat dua buah sistem yang saling independen, katakanlah A dan B. Sistem A ini andaikan berada pada URL http://sistem-a. Di dalam sistem A ini, terdapat data user yang terdiri dari username dan password. Sedangkan di dalam sistem B yang berada pada URL http://sistem-b terdapat sistem login yang nantinya memanfaatkan user dan password yang ada di sistem A.

Ide untuk mengimplementasikan skenario di atas adalah: sebuah script harus diletakkan di dalam sistem B untuk memproses form login. Dalam proses login, script tersebut mengirim username dan password ke sistem A untuk dicek validitasnya melalui GET Request dengan parameter username dan password yang dibaca dari form login. Selanjutnya di dalam sistem A terdapat script untuk membaca username dan password yang berasal dari GET request dari sistem B untuk diproses validitasnya. Sebagai responnya, sistem A akan mengenerate sebuah dokumen XML yang di dalamnya terdapat sebuah data misalkan berbentuk TRUE atau FALSE. Bernilai TRUE jika username dan password tersebut valid, dan FALSE jika tidak valid. Selanjutnya di sistem B respon tersebut dibaca, jika data yang dibaca bernilai TRUE maka proses login berhasil dan jika FALSE maka login gagal.

Mungkin Anda bertanya, apakah response dari sistem yang bertindak sebagai server harus dalam bentuk XML? Jawabannya adalah tidak harus, selain bentuk XML kita juga bisa membuat respon dalam bentuk JSON karena dengan dokumen JSON struktur entitas data juga dapat dibaca dengan jelas seperti halnya XML.

OK sekarang saatnya tahap implementasi ide di atas ke dalam bentuk script PHP nya.

Pertama kita buat script untuk web service yang nantinya diletakkan di sistem A. Script ini nanti berfungsi untuk menangkap atau membaca GET request berupa data username dan password dari sistem lain, memproses validitasnya dan akhirnya mengenerate response dalam bentuk XML.

Sebelum kita buat scriptnya, kita ambil contoh struktur tabel username yang ada di sistem A adalah sbb:

CREATE TABLE `user` (
  `username` varchar(20),
  `password` varchar(20),
  PRIMARY KEY  (`username`)
)

dan berikut ini beberapa sampel datanya

INSERT INTO `user` VALUES ('user1', 'password1');
INSERT INTO `user` VALUES ('user2', 'password2');

Dalam sampel data username di atas, sengaja saya tidak enkrip passwordnya supaya terlihat oleh Anda ketika uji coba proses loginnya. Namun dalam implementasi yang sesungguhnya, sebaiknya dienkripsi ya…

Nah, kita bisa mulai membuat scriptnya sekarang.

service.php

<?php
 
// koneksi ke database di sistem A
mysql_connect("dbhost", "dbuser", "dbpass");
mysql_select_db("dbname");
 
// membaca username dari GET request
$user = $_GET['username'];
// membaca password dari GET request
$pass = $_GET['password'];
 
// membaca data password user berdasar usernamenya
$query = "SELECT * FROM user WHERE username = '$user'";
$hasil = mysql_query($query);
$data  = mysql_fetch_array($hasil);
$password = $data['password'];
 
// mencocokkan password user dari db dan dari GET request
// jika cocok, maka responnya TRUE, jika tidak cocok responnya FALSE   
if ($pass == $password) $response = "TRUE";
else $response = "FALSE";
 
// membuat header dokumen XML
header('Content-Type: text/xml');
echo "<?xml version='1.0'?>";
 
// membuat tag data respon pada dokumen XML
echo "<data>";
echo "<response>".$response."</response>";
echo "</data>";
?>

Berikut ini adalah tampilan dokumen XML sebagai respon dari sistem A jika kita berikan GET request melalui URL

http://sistem-a/service.php?username=user1&password=xxxxx

cara membuat web service

Sedangkan berikut ini tampilan jika diberikan GET request melalui URL

http://sistem-a/service.php?username=user1&password=password1

cara membuat web service

Nah… selanjutnya, kita buat script di sistem B untuk proses login termasuk form loginnya.

index.html

<h1>Form Login</h1>
 
<form method="post" action="login.php">
<table>
  <tr><td>Username</td><td><input type="text" name="username"></td></tr>
  <tr><td>Password</td><td><input type="password" name="password"></td></tr>
  <tr><td></td><td><input type="submit" name="submit" value="Submit"></td></tr>
</form>

login.php

<?php
 
// membaca username dari form login
$username = $_POST['username'];
// membaca password dari form login
$password = $_POST['password'];
 
// membuat URL GET request ke sistem A
$url = "http://sistem-a/service.php?username=".$username."&password=".$password; 
 
// mengirim GET request ke sistem A dan membaca respon XML dari sistem A
$bacaxml = simplexml_load_file($url);
 
// membaca data XML hasil dari respon sistem A
foreach($bacaxml->response as $respon)
{
  // jika responnya TRUE maka login sukses
  // jika FALSE maka login gagal
  if ($respon == "TRUE") echo "Login Sukses";
  else if ($respon == "FALSE") echo "Login Gagal";
}  
 
?>

Keterangan:
Untuk membaca dan memparsing data XML yang diterima dari sistem A kita bisa menggunakan function simplexml_load_file().

Wah.. lantas cara mencoba script di atas bagaimana ya? kan ada dua 2 sistem yang berbeda tuh? jangan khawatir, Anda dapat mencoba script di atas melalui localhost (PC lokal) dan hosting. Kita misalkan localhost adalah sistem B nya dan hostingnya adalah sistem A nya. Jadi, Anda buat database user dan script service.php nya di hosting, dan script form loginnya di localhost. Selanjutnya Anda tinggal mengubah URL web servicenya saja ke URL hosting Anda.

Nah… mudah bukan membuatnya??

Ups… tunggu dulu, sistem di atas sebenarnya sudah berjalan, namun.. apakah tidak rawan bila menggunakan GET request seperti di atas. Artinya bisa saja ada sistem lain katakanlah C yang sebenarnya tidak berhak mengakses web service ke sistem A yang menggunakan service tersebut untuk sistem loginnya. Nah.. dengan demikian kita perlu memproteksi GET request tersebut. Caranya bagaimana? ya… kita bisa gunakan kode API. Kode API ini diberikan oleh sistem A kepada sistem B atau sistem yang berhak mengakses web servicenya. Kode API berfungsi sebagai password dalam melakukan GET request. Jika kode API yang dikirim melalui GET request oleh suatu sistem tidak dikenal oleh sistem A berarti sistem tersebut tidak berhak mengakses web servicenya.

OK… untuk mengimplementasikan kode API sebagai pengaman GET request dalam web service, kita sedikit modifikasi script di atas, baik di script service.php (di sistem A) maupun di login.php nya (di sistem B). Dalam contoh ini, misalkan kode API yang diberikan kepada sistem B oleh sistem A ini berbentuk string ‘1234′. Maka script service.php nya adalah

service.php

<?php
 
// koneksi ke database di sistem A
mysql_connect("dbhost", "dbuser", "dbpass");
mysql_select_db("dbname");
 
// membaca username dari GET request
$user = $_GET['username'];
// membaca password dari GET request
$pass = $_GET['password'];
// membaca kode API dari GET request
$api = $_GET['api'];
 
// jika kode API nya '1234' maka lakukan proses validasi username dan password
// jika kode API nya salah, maka proses validasi tidak dilakukan (diberikan respon "FALSE")
if ($api == "1234")
{
   // membaca data password user berdasar usernamenya
   $query = "SELECT * FROM user WHERE username = '$user'";
   $hasil = mysql_query($query);
   $data  = mysql_fetch_array($hasil);
   $password = $data['password'];
 
   // mencocokkan password user dari db dan dari GET request
   // jika cocok, maka responnya TRUE, jika tidak cocok responnya FALSE   
   if ($pass == $password) $response = "TRUE";
   else $response = "FALSE";
}
else $response = "FALSE";
 
// membuat header dokumen XML
header('Content-Type: text/xml');
echo "<?xml version='1.0'?>";
 
// membuat tag data respon pada dokumen XML
echo "<data>";
echo "<response>".$response."</response>";
echo "</data>";
?>

Selanjutnya di sistem B, script login.php nya perlu kita ubah parameter GET requestnya

login.php

<?php
 
// membaca username dari form login
$username = $_POST['username'];
// membaca password dari form login
$password = $_POST['password'];
 
// membuat URL GET request ke sistem A
$url = "http://sistem-a/service.php?username=".$username."&password=".$password."&api=1234"; 
 
// mengirim GET request ke sistem A dan membaca respon XML dari sistem A
$bacaxml = simplexml_load_file($url);
 
// membaca data XML hasil dari respon sistem A
foreach($bacaxml->response as $respon)
{
  // jika responnya TRUE maka login sukses
  // jika FALSE maka login gagal
  if ($respon == "TRUE") echo "Login Sukses";
  else if ($respon == "FALSE") echo "Login Gagal";
}  
 
?>

OK, that’s it.. cara pengaplikasian kode API dalam web service. Nah… silakan mengembangkan sendiri web service Anda. Penerapan web service tidak selalu dalam sistem login seperti di atas, namun bisa juga untuk keperluan lain, misalkan yang digunakan oleh Google Map dimana kita bisa menyisipkan peta dari Google Map ke dalam situs atau blog kita. Atau mungkin suatu saat PLN maupun PDAM atau korporasi lain bisa membuat web service di sistem mereka, sehingga kita bisa dapat dengan mudah mendevelop sendiri suatu sistem di web yang bisa mengetahui besar tagihan. Semoga…

source : http://blog.rosihanari.net

Categories: PHP, Tutorial
  1. k0z3y
    July 10, 2010 at 6:42 am

    Keren tuh scriptnya, tapi saya juga bikin sendiri. Silahkan dicoba dan di download di http://www.mediafire.com/download.php?lr2egmhwg1z

  2. aaa
    September 16, 2010 at 1:41 pm

    Bukan API itu……

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: